Selasa, 17 Februari 2015

Antara IP Tinggi dan Pemahaman Materi

Setiap akhir semester pasti mahasiswa akan mendapatkan IP (Indeks Prestasi). IP ini identik dengan tolak ukur pintar atau tidaknya seorang mahasiswa. Jika IP nya tinggi maka mahasiswa tersebut pintar, jika IP rendah maka mahasiswa tersebut bodoh. Hal tersebut sudah menjadi acuan banyak orang (termasuk orang tua gue), makanya setiap ditanya IP nya berapa gue selalu bilang "Alhamdulillah lumayan" karena memang IP yang gue peroleh tidak besar dan tidak kecil, sedang lah intinyamah.

Tapi, apakah jika IP kita besar berarti semua materi yang diajarkan dosen dapat melekat dengan kokoh di otak kita? Mungkin iya bagi mahasiswa yang benar-benar kuliah. Tapi, menurut penglihatan gue dan apa yang gue rasain, kebanyakan mahasiswa itu jadi semacem IP Hunter. mereka mati-matian ngejar IP dengan mengkesampingkan pemahaman materi itu sendiri, setiap tugas, kuis, ujian semua bisa dilalui dengan mulus, tapi ketika ditanya tentang seberapa paham materi yang sudah diajarkan, mungkin akan sedikit bingung karena kebanyakan hanya mendengar dan menghafal apa yang ada di buku kemudian menuliskannya kembali di kertas ujian. simple. btw, gue juga bisa disebut IP Hunter sih *hammer*

Menurut gue, sebagai anak FISIP, untuk mendapatkan IP yang tinggi itu lumayan gampang. tinggal baca buku yang dikasih tau dosen, hafalin slidenya, kerjain tugasnya, ikut kuisnya, jangan banyak absen. dan taraaaa nilai lo insyaAllah dapet A. cuman masalahnya adalah, apakah dengan seperti itu lo bisa memahami materi yang sedang lo pelajarin? Baca buku, oke, tapi kalo cuman dibaca kayak baca novel yakepriwe. Menurut gue buku buku literatur itu gak bisa sekali baca kayak baca novel, karena gue sering baca buku literatur cuman sekali baca dan kemudian gue lupa lagi. Beda lagi ketika gue sedang baca novel, selesai satu kali baca, gue bisa nyeritain isi buku itu. Buku literatur itu harus dimengerti per halamannya, dan sialnya ketika gue baca malah langsung ngantuk. Disini gue juga masih belajar, gue nulis gini bukan berarti gue merasa sok pinter, gue emang cuman bisa nulis doang tapi actionnya enggak ada. No Action Talk Only (o..o).

Jadi, berapapun IPnya yang penting paham materinya mbok.

2 komentar:

  1. gue cuma mau kasih Saran,harusnya "FISIP UNSOED" karena FISIP yang lain itu pasti beda... okay?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kata siapa? buat anak sosial menurut gue sama. kecuali lo anak eksak.

      Hapus