Minggu, 10 November 2013

Jadi Anak Kost

hello, how are you? i am fine thank you. #BealajarEnglish
20 Agustus 2013, itu adalah hari pertama dimana gue mulai minitih karir sebagai Anak Kost. Sebelumnya gue sering banget yang namanya kepoin "gimana sih jadi anak kost? asik gak sih? kamarnya sempit banget gak sih?" dan sekarang Alhamdulillah gue kesampean juga jadi bagian dari Anak Kost, entah gue harus bangga atau sedih.

waktu itu, gue dianter sama keluarga ke tempat dimana nantinya gue bakalan ngekost. satu mobil diisi 7 orang dan barang-barang yang lumayan banyak yang sebenernya bisa dibeli disini. Begitu datang di TKP, alangkah terkejutnya gue melihat calon kostan gue ternyata masih belum jadi, masih berantakan disana-sini dan bahkan sampai postingan ini gue ketik, kostan gue masih belum rampung 100%,  jadi lo mesti pinter pinter milih kostan biar lo juga nyaman tinggal disana (ini bakal gue bicarain nanti).

Koridor Kost Lantai 2

Hari pertama, gue masih inget banget. gue adalah orang pertama yang menghuni kostan ini. dari 20 kamar yang ada baru 1 kamar yang udah ditempatin. tapi di lantai 2 tempat kamar kost gue, disetiap pintunya udah ditempel nama-nama calon pemilik kamarnya, waktu itu kamar nomor 1-6 di lantai 2 full booked. dan gue menempati kamar nomot 1. Akhirnya karena gue cuman sendirian disana, sang pemilik kost merasa iba kepada gue, akhirnya gue disuruh nginep dulu dirumah yang punya ini kost-kostan, awalnya gue gak mau, tapi dipaksa sama orang tua gue, mungkin mereka takut anaknya yang unyu ini diculik di hari pertamanya ngekost di kostan yang belum jadi. Akhirnya dibawalah gue kerumahnya, dan baru kemaren ini gue tersadar, ternyata yang punya kostan gue adalah dosen di FE, untung gue anak FISIP, jadi gak bakal ketemu sama yang punya kostan.

Kemudian hari berganti hari, minggu berganti minggu. Akhirnya kostan gue yang tadinya masih sepi sekarang menjadi ramai, sangat ramai. logikanya, gue orang pertama yang tinggal disini seharusnya gue yang pertama kenal semua orang disini, tapi itu gak berlaku buat gue, gue malah cenderung lamban untuk bersosialisasi, endingnya gue cuman bisa senyum ketika berpapasan denga penghuni kost lainnya. gue emang lemah dalam hal "berkomunikasi", gue cenderung menjawab pertanyaan daripada memberi pertanyaan. gue selalu bingung saat memulai percakapan, seolah-olah gue tampak "sombong" dimata orang lain. padahal aslinya engga loh, cuman belum kenal aja sih, coba kalo udah kenal. skip.

Besoknya, setelah gue pulang dari rumah yang punya kostan ini, gue mencoba untuk membuat nasi menggunakan rice coocker yang gue bawa dari rumah. pada percobaan pertama itu alhamdulillah nasi gue masih layak makan dan waktu itu lauknya Ayam goreng sisa kemaren yang belum abis *padahal baru hari kedua*.

gue cukupkan sampe disini dulu postingan pertama tentang menjadi anak kost, sebenernya ini postingan gak penting sih, tapi ya daripada ini blog lumutan gak ada postingan, mending gue posting apa apa yang gue pengen posting. sayonara!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar